Modus penipuan di dunia ojek online terus berkembang. Pelaku semakin pintar memutar otak untuk mengelabuhi driver yang lengah. Salah satu modus yang kembali marak dan memakan korban adalah "Order Bike (Penumpang) tapi minta antar Barang (Delivery)" dengan iming-iming talangan.
Kronologi Kejadian: Niat Cari Nafkah, Malah Buntung
Kejadian ini bermula dari masuknya orderan layanan BIKE (penumpang). Namun anehnya, saat driver sampai di titik penjemputan, tidak ada penumpang yang naik. Yang ada hanya seseorang yang menitipkan paket.
Modus Operandi:
- Pelaku (pengirim) memberikan bungkusan yang diklaim berisi Handphone (HP).
- Pelaku meminta driver untuk menalangi harga barang tersebut terlebih dahulu sebesar Rp 300.000,-.
- Alasannya klise: "Nanti sampai sana, orang yang beli HP ini nunggu di depan rumah dan akan ganti uangnya."
Karena driver masih baru dan berpikir positif (husnuzan), ia menyanggupi. Uang Rp 300.000,- diserahkan tunai ke pelaku. Driver pun berangkat ke titik tujuan.
Ending yang Menyakitkan
Sesampainya di titik tujuan sesuai peta:
- Driver menunggu di depan rumah yang dituju, namun penerima fiktif tidak kunjung muncul.
- Nomor pemesan mendadak tidak bisa dihubungi atau memblokir kontak driver.
- Sadar ada yang tidak beres, driver kembali ke titik awal penjemputan (pinggir jalan). Pelaku pengirim sudah hilang bak ditelan bumi.
Dengan tangan gemetar karena panik, driver tersebut akhirnya membuka bungkusan "HP" yang ia bawa. Ternyata isinya bukan HP, melainkan batu bata, pecahan keramik, atau sampah pemberat yang dibungkus rapi.
"Padahal uang 300 ribu itu rencana buat bayar kontrakan, Mas..."
Kalimat ini tentu menyayat hati kita semua sesama pejuang aspal. Uang yang dikumpulkan receh demi receh, hilang sekejap karena kelicikan penipu.
Edukasi & Pencegahan (SOP Anti Tipu)
Sebagai Founder PT AWAL PAYMENT GROUP yang fokus pada edukasi driver, saya tegaskan poin-poin berikut:
1. JANGAN TERIMA BARANG DI LAYANAN BIKE
Layanan Bike adalah untuk MANUSIA. Jika konsumen ingin kirim barang, arahkan untuk order layanan DELIVERY. Jika menolak, cancel saja. Jangan ambil risiko.
2. STOP TALANGAN MANUAL (OFFLINE)
Jangan pernah mau menalangi pembelian barang (COD) menggunakan uang pribadi secara tunai di luar sistem aplikasi resmi. Maxim hanya memfasilitasi talangan belanja resmi di layanan Food & Shop yang terdata.
3. CEK BARANGNYA
Jika terpaksa mengambil order delivery, Anda BERHAK dan WAJIB memeriksa isi paket di depan pengirim sebelum berangkat. Jika pengirim menolak paket dibuka, batalkan.
Sebarkan informasi ini ke grup-grup driver atau komunitas kalian. Satu share dari Anda bisa menyelamatkan uang kontrakan rekan driver lainnya.
A.AWAL - Founder PT AWAL PAYMENT GROUP
